3 Alasan Perlu Mengenalkan Anak dengan Silsilah Keluarga, Apa Saja?
Menelusuri asal-muasal keluarga memang bisa jadi sebuah tugas yang menyita banyak waktu dan tenaga, bahkan jika Anda hanya ingin membuat pohon keluarga untuk beberapa generasi saja. Meski demikian, pohon atau bagan keluarga ini punya banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga, lho!
Dan yang dimaksud sebagai ‘anggota keluarga’ di sini juga termasuk buah hati Anda. Bahkan, akan sangat bermanfaat bagi anak jika Anda sudah memperkenalkan silsilah keluarga sedini mungkin. Caranya adalah dengan mengajak si kecil membuat pohon atau bagan silsilah keluarga.
Lalu, apa saja ya alasan mengapa Anda perlu kenalkan silsilah keluarga kepada buah hati? Simak dulu penjelasannya berikut ini dan selamat membaca!
Mendorong Ketertarikan Anak dalam Bidang Sejarah
Bagi mayoritas anak, sejarah dipandang hanya sebagai sebuah mata pelajaran yang membosankan di rumah. Sebab, memang benar bahwa sejarah membahas soal fakta-fakta yang terjadi di masa lalu, sementara anak-anak zaman sekarang lebih peduli soal masa sekarang dan masa depan. Akan tetapi, ketika Anda mengajak anak belajar tentang sejarah keluarga, pengalaman ini bisa mengubah mindset anak, lho!
Sebab, bukannya tak mungkin bahwa Anda memiliki leluhur yang turut andil dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia, atau kakek buyut yang merupakan sosok penting dalam peristiwa bersejarah di Tanah Air. Fakta tersebut berarti bahwa tokoh-tokoh serta peristiwa dalam sejarah tak lagi terlihat seperti memelajari “orang asing†di mata anak, tapi sosok yang memiliki ikatan darah dengannya.
Mendorong Ketertarikan Anak terhadap Latar Belakangnya Sendiri
Ketika anak belajar tentang pohon silsilah keluarganya sendiri, pengalaman tersebut juga dapat membantu anak memahami siapa diri mereka dengan lebih baik. Misalnya dari karakteristik fisik mereka – rambut hitam keriting, mata besar, dan hidung bulat yang dimiliki anak ternyata bisa ditelusuri sampai ke nenek buyut.
Belajar tentang sejarah keluarga juga bisa membantu anak mengembangkan pemahaman yang lebih baik soal siapa diri mereka dari sisi identitas diri. Di samping itu, pengalaman ini juga mampu mendorong pemahaman mengapa anak memiliki kebiasaan atau bertindak sesuatu.
Karena semuanya bisa ditarik sampai ke para leluhur, anak akan melihat bahwa diri mereka adalah bagian dari hal besar, yaitu keluarga yang sejarah serta silsilahnya bisa ditarik sampai puluhan tahun yang lalu.
Membantu Anak Mengingat Siapa Saja Sosok-Sosok Penting dalam Keluarga
Seiring dengan bertambahnya usia anak, ia tak hanya tumbuh tapi juga akan mengalami kehilangan anggota keluarga yang meninggal karena menua. Bergantung pada usia anak, ada beberapa pengalaman kehilangan tersebut yang bisa jadi tidak ia ingat.
Dengan memperkenalkan silsilah keluarga kepada anak, Anda tak hanya menunjukkan nama-nama saja, tapi juga menceritakan kisah para anggota keluarga yang tak diingat anak, atau mereka yang hidup sebelum si kecil lahir. Dengan begitu, meskipun anak tidak memiliki memori tentang beberapa anggota keluarga, Anda bisa perkenalkan lewat cerita.
Untuk mulai membuat pohon silsilah keluarga, Anda sebenarnya tak perlu membuat yang rumit-rumit. Cukup bagan sederhana sudah cukup, ditambah beberapa informasi penting dan sederhana, plus foto.
Di samping itu, Anda bisa ajak anak untuk membuat pohon keluarga dari keluarga di rumah dulu, kemudian satu per satu tambahkan anggota keluarga yang lebih luas, Misalnya tante dan om dari pihak ayah maupun ibu, hingga saudara kandung kakek dan nenek.